Sejauh ini, Amien menilai Prabowo Subianto dan Joko Widodo merupakan sosok yang paling potensial maju sebagai capres. Bagi Amien, pertarungan tahun depan hanya ulangan Pilpres 2014, meski masih bisa berubah.
"Melihat sekarang ini yang berkibar seperti rematch lagi. Tapi semua itu bisa berubah kalau di langit mengatakan berubah, ya berubah," ujar Amien di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (Gatot) orang yang luar biasa," ujarnya.
"Jadi tidak ada kepastian Jokowi menang atau Prabowo. Saya bisa keliru, tapi sepertinya angin sudah bertiup kencang Pak Jokowi makin kecil kemungkinannya," ujar Amien.
Gatot menyebut dunia politik sangat dinamis. Sebelum batas akhir pencalonan presiden dan wakil presiden, masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi.
"Politik ini sangat cair, belum final, sehingga apapun bisa dilakukan, apapun bisa diprediksi. Nanti tanggal 10 Agustus jam 23:59 WIB (batas akhir pendaftaran capres-cawapres) baru itu finis, jelas semua," kata Gatot di Gedung Perpusatakaan Nasional di Jakarta Pusat, Rabu (25/4).
Gatot beberapa kali dikaitkan dengan Gerindra, PKS, dan PAN. Survei menyebut elektabilitas Gatot saat ini masih kalah jauh dari Jokowi dan Prabowo. (osc/gil)