"Kami rencanakan 2023-2024 Jakarta sudah tidak macet tetapi operasional LRT dan MRT harus benar-benar berjalan optimal," kata Budi saat meninjau proyek LRT Lintas 2 Cawang-Dukuh Atas di kawasan Pancoran, Jakarta, Minggu (29/4).
Budi optimistik jika LRT dan MRT akan berperan besar membantu mengurangi kemacetan ibu kota. Sebab, kedua pilihan moda itu dinilai bisa mempercepat mobilisasi warga dari daerah sekitar Jakarta menuju ibu kota maupun sebaliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"MRT dan LRT itu alat transportasi yang sangat penting. Kalau proyek ini sudah selesai, warga yang tinggal di Bogor, Bekasi, Depok, dan Tanggerang yang kena kena aturan 3 in 1 di jalan tol bisa pakai LRT untuk ke Jakarta dan sebaliknya," ucap Budi.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur SDM PT Adhi Karya (Persero) Agus Karianto mengatakan proyek LRT sudah mencapai 37 persen pengerjaan.
"Jadi proyek 3 lintasan itu sudah mencapai 37 persen sejauh ini. Pengerjaan termasuk pembangunan tiang fondasi hingga pemasangan rel. Instalasi kabel juga sudah dipasang dibeberapa bagian," kata Agus.
"Kami berusaha proyek ini bisa selesai tepat waktu," paparnya.
Agus mengatakan LRT lintas 1, 2, 3 rampung pada pertengahan 2019 mendatang. (age)