"Silakan. Apakah yang diintimidasi itu kader PSI? Saya enggak tahu, jangan membesar-besarkan yang tidak besar. Jadi nanti akan menimbulkan keributan baru. Lihat saja nanti akan memercik ke muka sendiri," kata Fadli di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (30/4).
Meski tidak tahu persis peristiwa dan rencana pelaporan tersebut, Fadli menilai tidak ada dugaan intimidasi apalagi yang melewati batas seperti pemukulan fisik. Menurutnya, persoalan di CFD kemarin tidak perlu dibesar-besarkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi #2019GantiPresiden di Bundaran HI. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Namun, Fadli menyayangkan ada penggiringan opini yang berupaya mengaitkan peristiwa tersebut dengan relawan kelompok pendukung Ketua Umum Prabowo Subianto yang juga sebagai bakal calon presiden di pemilihan presiden (pilpres) 2019 mendatang. Penggiringan itu menurutnya merugikan Partai Gerindra.
Padahal, kata dia, tidak ada yang mengetahui identitas atau latar belakang kelompok pendukung #2019GantiPresiden maupun #DiaSibukKerja yang merupakan pendukung Joko Widodo.
PSI berencana melaporkan kasus dugaan intimidasi terhadap ibu tersebut ke kepolisian, Senin (30/4) siang. Polri mengaku siap memproses laporan tersebut dan meminta warga tidak mengulangi aksi itu. (dal/gil)
Aksi #2019GantiPresiden di Bundaran HI. (CNN Indonesia/Andry Novelino)