PPP Minta Menteri BUMN Ungkap Percakapan dengan Dirut PLN

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Selasa, 01/05/2018 01:15 WIB
PPP Minta Menteri BUMN Ungkap Percakapan dengan Dirut PLN Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menilai pembocoran rekaman percakapan antara Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno dengan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir melalui sebuah video di media sosial, bernuansa politis.

"Misalnya kalau tidak bermaksud politis tentu tidak dibocorkan," kata Romi sapaan karibnya di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (30/4).

Romi berpendapat jika rekaman yang beredar dianggap merupakan percakapan yang dipenggal, maka sebaiknya seluruh percakapan itu di buka ke publik.

Hal itu disebut agar publik tidak menerka-nerka dan tidak berburuk sangka, apalagi saat ini tengah momentum menuju Pilpres di 2019.


"Terlepas dari dibocorkan atau memang ketidaksengajaan, maka yang pasti Bu Rini sebaiknya mengungkap supaya terang benderang apa yang di balik percakapan itu," lanjutnya.

Romi juga menilai Menteri Rini sebaiknya segera menegaskan isi percakapan agar isu ini tak dijadikan komoditas untuk menggoreng isu dalam kontestasi presiden dan menghindari spekulasi.

"Harus disikapi secara dengan sigap tanpa harus menunggu komando dari presiden, agar kemudian tidak seolah-olah bagian dari pembiaran yang dilakukan oleh presiden sendiri," katanya.

Pihak Kementerian BUMN sebelumnya telah mengklarifikasi bahwa percakapan antara Menteri Rini dan Sofyan bukan soal bagi-bagi jatah, melainkan diskusi tentang penyediaan energi yang melibatkan Pertamina dan PLN.

Dalam diskusi itu, baik Rini dan Sofyan disebut hanya memastikan investasi tersebut berguna maksimal bagi PLN dan negara, bukan untuk memberatkan PLN. Rini juga telah berniat mempidanakan penyebar rekaman video tersebut ke polisi. (eks/eks)