"Tenaga medis sekitar 150-an orang. Ambulans saya sedang cari datanya, tetapi mestinya cukup," tulis Simon Simaremare, salah satu panitia, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (1/5), merespons insiden dua anak meninggal dunia di sekitar lokasi, MJ (13) dan AR (11).
Sebelumnya Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan penyebab kedua korban meninggal bukan karena mengantre sembako, melainkan dehidrasi dan panas tinggi.
Argo menyatakan, MJ meninggal ketika menjalani perawatan di RSUD Tarakan dan sebelumnya ia ditemukan pingsan di luar Monas. Satpol PP membawanya memakai ambulans menuju rumah sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Simon yang mengaku mendampingi keluarga korban ketika dibawa ke rumah sakit, suhu badan almarhum memang kerap tinggi sehari-harinya.
Pesta rakyat di Monas yang digelar oleh Forum Untukmu Indonesia pada Sabtu (28/4) lalu menjadi sorotan menyusul membludaknya massa.
Simon menegaskan, acara tersebut tak terkait dengan organisasi politik lain dan Forum Untukmu Indonesia merupakan komunitas masyarakat yang mencintai persatuan Indonesia.
"Tidak terkait kelompok politik manapun, tetapi hanya terdiri dari orang orang yang sangat mencintai Indonesia, orang orang yang ingin melihat Indonesia menjadi negara yang makmur dan sejahtera. Melupakan perbedaan politik, perbedaan agama, perbedaan golongan dan melihat Indonesia yang Sejahtera," kata Simon
(vws)