Di acara itu, seorang pria dan wanita yang masing-masing bernama Stedi Repki Watung dan Susi Ferawati diintimidasi saat tengah berjalan di antara kelompok #2019GantiPresiden.
Mereka jadi bahan ejekan karena mengenakan kaus #DiaSibukKerja yang menyimbolkan dukungan kepada Presiden Joko Widodo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mustofa menemukan kejanggalan. Ia mengklaim kejanggalan paling mencolok adalah orang-orang yang aktif mengintimidasi sama-sama mengenakan gelang berwarna cokelat.
"Mereka memakai (gelang) di video yang saya temukan itu, mereka yang memakai gelang yang kembar," ujar Mustofa saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (3/5).
[Gambas:Youtube]
"Ternyata, laki -laki yang lapor ke polisi juga, yang katanya ia menjadi korban intimidasi, ternyata memakai gelang yang sama. Nah, maju mundur maju mundur lagi, ternyata mbak Susi pun memakai gelang yang sama," ujar dia.
"Bahkan anak-anak yang ikut aksi dengan kaus putih (#DiaSibukKerja) juga memakai gelang yang sama. Jadi aneh, kan," kata Mustofa melanjutkan.
Gerakan #2019GantiPresiden. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Ini saya anggap kode-kode khusus, mungkin para peserta ini enggak tahu, kan. Mungkin mba Susi juga enggak tahu dari mana dapat gelang itu. Ini seperti operasi intelijen, ya. Belum tentu orang-orang ini paham mereka masuk dalam kelompok itu, yang tahu adalah yang mengatur," kata Mustofa.
Susi Ferawati membantah gelang yang ia kenakan terkait dengan operasi intelijen seperti dugaan Mustofa.
Saat dihubungi, Susi menyebut gelang yang ia pakai adalah pemberian seorang pemilik toko di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, ketika dirinya menunaikan ibadah umrah.
"(Dipakai) maksudnya untuk ingat Nabawi, ingat ibadah di Mekkah, ingat umrah. Saya umrah 21 Maret. Ada foto-fotonya," kata Susi.
Susi lantas mempertanyakan logika Mustofa yang menyoroti gelang miliknya.
"Aneh enggak, sih. Laki-laki mempermasalahkan saya pakai gelang. Mau gelang saya kotak-koyak, kek, segitiga, mau emas mau perak. Namanya gelang, kan, aksesoris. Apa sih maknanya," ujar Susi. (gil)
Gerakan #2019GantiPresiden. (CNN Indonesia/Andry Novelino)