Hal itu, kata Sandi menjadi salah satu penyebab masih banyaknya warga, termasuk pengelola penginapan yang tidak disiplin dan membuang sampah sembarangan.
Pulau Tidung dikenal sebagai salah satu obyek wisata andalan di gugusan Kepulauan Seribu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menimpali Sandi, Bupati Kepulauan Seribu Irmansyah mengatakan rata-rata kontribusi sampah dari Pulau Tidung mencapai hingga dua sampai tiga ton. Namun, berbeda dengan apa yang diutarakan Sandiaga, Irmansyah menyatkaan jumlah sampah tersebut kini sudah berkurang karena tingkat kesadaran masyarakat yang berangsur membaik.
Terkait persoalan sampah dan TPA, Sandi menyatakan dirinya tertarik untuk membuat tempat yang mengeolah sampah mendai energi listrik di Kepulauan Seribu.
Sandi mengaku gagasan tersebut terbesit di benaknya karena saat melakukan sosialisasi di sana sempat terjadi putus aliran listrik beberapa kali. Dan, ia melihat jumlah sampah yang banyak itu bisa dikonversi menjadi energi.
"Ada beberapa pengusaha yang tertarik untuk menghadirkan secara modular, tempat pengelolaan sampah yang bisa diolah menjadi listrik. Itu juga lagi kita dorong ke depan," kata Sandi. (kid)