"Kalau bicara pungli sudah koordinasi dengan Satgas Saber pungli," kata Sigit di Balai Kota Jakarta, Selasa (8/5).
Pagi tadi, sejumlah sopir truk dari berbagai organisasi melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo. Dalam pertemuan itu, mereka truk memberitahukan sejumlah titik rawan pungli, di antaranya kawasan Marunda, Cakung-Cilincing, dan lain-lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai curhatan para sopir truk kepada Jokowi itu, Sigit mengaku pihaknya mendukung semua langkah yang dilakukan untuk memberantas terjadinya pungli.
Lebih lanjut, Sigit mengatakan pihaknya juga berencana memanggil sejumlah organisasi dalam rangka mencari solusi kemacetan lalu lintas di seputar pelabuhan peti kemas Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Sigit menjelaskan permasalahan yang terjadi adalah para sopir truk enggan menggunakan akses jalan tol karena biaya yang mahal, sehingga berakibat pada kemacetan lalu lintas.
"Karena dia akses satu gerbang tol saja sudah Rp15 ribu sendiri bayarnya si sopir, makanya enggak mau naik atas, lewat bawah, makanya numpuk di situ," ujar Sigit. (osc/gil)