Pengurus Rusunawa Wonocolo: Korban Ledakan Penjual Kue

Feri Agus, CNN Indonesia | Minggu, 13/05/2018 23:36 WIB
Pengurus Rusunawa Wonocolo: Korban Ledakan Penjual Kue Pengurus Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Lidia Susanti mengatakan bahwa korban ledakan di lantai 5 Blok B adalah penjual kue. (Foto: CNN Indonesia/Feri Agus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengurus Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Lidia Susanti mengatakan bahwa korban ledakan di lantai 5 Blok B adalah penjual kue. Lidia menyatakan bahwa korban yang diduga tewas itu bernama Anton.

"Jualan kue keliling, yang suami yang keliling, istrinya yang buat kue," kata Lidia kepada wartawan di lokasi, Minggu (13/5) malam.

Lidia mengungkapkan bahwa Anton tinggal bersama istri dan empat anaknya. Anaknya yang paling tua berusia sekitar 20 tahun. Sementara itu, Anton dan istri berusia sekitar 40 tahun.


"Ada enam orang, sepasang suami istri dan empat anaknya. Yang paling besar 20 tahun," ujarnya.


Menurut Lidia, pasangan suami istri itu tergolong orang yang tertutup kepada tetangganya. Dia menyebut hanya berkomunikasi dengan Anton dan istrinya saat membayar sewa kamar, air, dan listrik.

"Iya tertutup, ngobrol sekadar bayar tagihan sewa kamar, listrik, dan air," kata dia.

Sebelumnya ledakan terjadi di sebuah kamar milik Anton di lantai 5 Blok B Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Ledakan itu diduga berasal dari sebuah bom rakitan. Namun, belum diketahui pasti jenis bom tersebut.

Pantauan CNNIndonesia.com di Rusunawa Wonocolo, Tim Gegana telah tiba di lokasi sejak beberapa jam lalu. Tim Gegana tampak berada di sekitar Blok 5 Rusunawa Wonocolo.


Pihak kepolisian pun telah memasang garis polisi agar masyarakat sekitar tak mendekat ke lokasi. Ratusan warga memadati kompleks Rusunawa Wonocolo sampai ke jalan di sekitar lokasi.

Saat dilakukan penyisiran terdengar sekitar enam kali suara ledakan secara beruntun. Belum diketahui secara pasti sumber ledakan tersebut. Diduga ledakan itu bersumber dari bahan-bahan yang ada di kamar Anton dan diledakan oleh Tim Gegana.

Saat ini ada satu unit ambulans yang merapat ke Rusunawa Wonocolo. Sementara itu, di rusun tersebut ada sekitar 380 kepala keluarga. (asa)