"Bisa saja, hubungannya ada," katanya, saat dikonfirmasi usai proses evakuasi pelaku peledakan bom di Rumah Susun Wonocolo, Sidoarjo, Jatim, Senin (14/5) dini hari, dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Machfud melanjutkan bahwa pihaknya saat ini sudah selesai melakukan proses evakuasi terhadap para korban yang meninggal dunia. Korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk diproses lebih lanjut.
"Saat itu, pelaku yang diketahui bernama Anton saat akan ditangkap masih memegang 'switching' yang akan digunakan untuk meledakkan bom. Namun, karena tidak mau ambil risiko pelaku terpaksa kami lumpuhkan," katanya.
Dari data yang diperolehnya, enam orang korban masih memiliki ikatan keluarga. Tiga di antaranya sudah dinyatakan meninggal dunia. Yakni, Anton Febryanto (47) sebagai kepala keluarga; Puspita Sari (47), yang merupakan istri Anton; dan RAR (17).
Sebelumnya, pada Minggu (13/5) malam terjadi ledakan di salah satu unit Rusunawa Wonocolo Blok B lantai 5.
(dik/arh)