"Saya sangat bersedih, bayangkan apa yang dia bilang kepada anaknya sebelum pergi? Mesti dia bilang, 'nak, kita ketemu di surgalah'. Jadi rela (anaknya)," ujar JK di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (15/5).
Menurutnya, pelaku teror yang melakukan aksi dengan anak menggunakan sepeda motor tak akan dicurigai masyarakat umum. Sebab, masyarakat akan berpikir bahwa anak yang membonceng orang tuanya dengan sepeda motor merupakan hal biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut JK menuturkan, pemerintah selama ini telah berupaya melakukan program deradikalisasi untuk memberantas terorisme. Namun ia tak menampik program itu belum berhasil secara keseluruhan.
"Banyak orang yang berulang (melakukan teror) karena kalau mereka berkumpul keyakinannya makin kuat. Al-Baghdadi itu pimpinan ISIS juga dapat ilmu di penjara, nah kalau disebar jadi virus," tutur JK. (osc)