Kadiv Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung mengatakan, sampai saat ini baku tembak masih terjadi. Dia mengimbau warga maupun siapapun untuk tidak mendekat ke lokasi karena para terduga teroris ini sudah melakukan persiapan-persiapan.
"Di sana masih gelap, karena yang bersangkutan sebelum dilakukan penggerebekan, sudah menyiapkan segala sesuatu, contohnya mematikan jaringan listrik," ujar Frans di Mapolda Jatim, Selasa (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, Dita Oepriarto dan keluarganya merupakan pelaku bom bunuh diri di tiga gereja. Kemudian Anton Febriantono dan keluarga merupakan pelaku sekaligus korban ledakan tak sengaja di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Sedangkan, pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, yakni Tri Murtono dan keluarga.
Sejauh ini, satu jenazah terduga teroris dari lokasi baku tembak sudah tiba di RS Bhayangkara. Terduga teroris berjenis kelamin laki-laki ini diperkirakan berusia antara 39-41 tahun.