"Jual puding dan arem-arem," kata Dwi, tetangga Teguh yang sama-sama tinggal di rumah kos di kawasan tersebut, kepada wartawan.
Yanti mengatakan Teguh menyewa kamar kos di lantai satu. Dia tinggal bersama istrinya, Y dan anak-anaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perilakunya biasa aja," ujar Dwi.
Dwi pun mengatakan saat peristiwa terjadi pada sore hari, ia sedang berada di luar sehabis pulang kerja.
"Saya lagi keluar, saya kembali kok sudah enggak boleh masuk," tutur Dwi.
Insiden ini juga diduga berkaitan dengan upaya penindakan terhadap para terduga teroris, usai serangkaian ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo pada Minggu hingga Senin (14/5).
Sejak serangan itu, kepolisian Jawa Timur sudah melakukan penindakan terhadap 17 orang terduga teroris. Sebanyak lima di antaranya tewas.
(wis/sur)