Tiga Terduga Teroris di Tangerang Bukan Warga Asli
Muhammad Andika Putra | CNN Indonesia
Rabu, 16 Mei 2018 14:10 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dikabarkan menangkap terduga teroris di kawasan Kota Tangerang. Ada tiga orang yang ditangkap Densus dalam penyergapan ini.
Berdasarkan laporan koresponden CNN Indonesia TV Indra Maulana, Rabu (16/5), mereka yang ditangkap terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan. Mereka kemudian dibawa dengan menggunakan mobil.
Ketiganya selama ini tinggal dalam satu rumah dan sehari-hari bekerja sebagai tukang jahit.
Mereka mengontrak rumah di Jl. Gempol Raya Rt. 04/02 Kel. Kunciran Kec. Pinang Kota Tangerang.
Dari sejumlah kesaksian warga sekitar, tiga orang tersebut mengontrak rumah kurang dari dua tahun lalu. Sejumlah tetangga mengatakan mereka bukan warga asli di sana.
Saat ini sejumlah anggota Densus masih berjaga di lokasi. Polisi juga sudah menutup jalan dan memasang garis polisi radius 50 sampai 100 meter.
Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan mengatakan penangkapan terhadap terduga teroris dilakukan secara persuasif dan tanpa perlawanan.
"Penangkapan tidak ada perlawanan. Dilakukan secara persuasif," ujar Harry kepada CNNIndonesia.com.
(osc/gil)
Berdasarkan laporan koresponden CNN Indonesia TV Indra Maulana, Rabu (16/5), mereka yang ditangkap terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan. Mereka kemudian dibawa dengan menggunakan mobil.
Ketiganya selama ini tinggal dalam satu rumah dan sehari-hari bekerja sebagai tukang jahit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sejumlah kesaksian warga sekitar, tiga orang tersebut mengontrak rumah kurang dari dua tahun lalu. Sejumlah tetangga mengatakan mereka bukan warga asli di sana.
Saat ini sejumlah anggota Densus masih berjaga di lokasi. Polisi juga sudah menutup jalan dan memasang garis polisi radius 50 sampai 100 meter.
Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan mengatakan penangkapan terhadap terduga teroris dilakukan secara persuasif dan tanpa perlawanan.
"Penangkapan tidak ada perlawanan. Dilakukan secara persuasif," ujar Harry kepada CNNIndonesia.com.