Mardani menyebut langkah tersebut justru bisa membuat masyarakat Indonesia semakin terpecah dan bisa melahirkan bibit-bibit terorisme.
"Monggo, 200 monggo, tetapi jangan membatasi yang lain, ini langkah yang membuat kita terbelah ini lahan yang justru menimbulkan terorisme tumbuh subur," kata Mardani di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (19/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya itu, dikatakan Mardani pemerintah juga sebenarnya tidak berwenang mengeluarkan rujukan nama penceramah, akan lebih baik jika hal itu dikeluarkan oleh majelis yang berwenang mislanya MUI.
"Kita kan sudah punya Majelis ulama Indonesia, ngapain repot-repot pemerintah keluarkan itu. Saya akan lebih percaya dan yakin kalau daftar itu yang mengeluarkan adalah MUI daripada pemerintah," katanya. (stu)