"Kami mengutuk keras tindakan teror, pengrusakan, dan pengusiran kepada warga Ahmadiyah," kata Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Adung Abdul Rochman dalam keterangan tertulisnya.
Apalagi, kata Adung, penyerangan tersebut dilakukan dilakukan di tengah suasana bulan suci Ramadan. Padahal Ramadan semestinya harus diisi dengan ibadah, bukan hanya menahan lapar dan dahaga saja. Ramadan juga perlu diisi dengan menjaga harmoni kehidupan, penuh dengan cinta kasih kepada sesama, jauh dari perilaku destruktif dan kebencian.
Adung meminta aparat mengusut kasus penyerangan disertai dengan perusakan delapan unit rumah tersebut. Menurutnya, massa menyerang dan merusak karena sikap kebencian dan intoleransi pada paham keagamaan yang berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia khawatir jika aparat tidak bertindak tegas, maka sikap kebencian dan intoleransi pada sesama warga negara Indonesia karena perbedaan paham keagamaan akan semakin tumbuh subur.
"Jika dibiarkan justru akan menjadi pembenaran aksi kelompok radikal tersebut," kata Adung.
Satu unit rumah kembali dirusak massa pada Minggu (20/1) pagi. Total ada delapan rumah yang dirusak massa. (sur)