Hal ini diungkapkan menanggapi sejumlah aksi teror yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia selama sepekan terakhir.
Menurut Ganjar, pihaknya lebih fokus pada upaya-upaya preventif, seperti melakukan sosialisasi dan memberikan pendidikan yang maksimal kepada anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada pengetatan pasti, karena yang namanya siaga itu melihat eskalasi. Jadi pengetatan dan pengendoran itu kita lihat tergantung situasi," ujarnya.
Lihat juga:Piagam Penghargaan untuk Korban Bom Surabaya |
Pada Senin (14/5) pagi giliran Mapolrestabes Surabaya diteror bom bunuh diri yang dibawa satu keluarga.
Dua hari kemudian (16/5), sekelompok terduga teroris melakukan penyerangan ke Mapolda Riau sekitar pukul 09.00 WIB hingga menyebabkan satu anggota polisi meninggal, serta dua personel lainnya dan seorang jurnalis terluka.