Tokoh Muda Ingatkan soal Perang Generasi Keempat

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 22/05/2018 18:55 WIB
Tokoh Muda Ingatkan soal Perang Generasi Keempat Tokoh muda Kris Wijoyo Soepandji menyatakan saat ini terjadi perang generasi keempat yang mengutamakan faktor legal dan etika. (Foto: Dok. Jababeka)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tokoh muda Kris Wijoyo Soepandji menyatakan saat ini terjadi perang generasi keempat yang mengutamakan faktor legal dan etika.

Hal itu disampaikan Kris Wijoyo dalam orasi ilmiahnya di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) pada pekan lalu. Dia menuturkan perang generasi keempat itu berbeda dengan generasi pertama hingga ketiga.

Kris menegaskan perang generasi ke-empat lebih mengutamakan upaya membangun konstruksi berpikir yang dapat diterima luas dalam kerangka legal dan etika.


"Dengan kata lain, kekuatan yang dominan akan cenderung menggunakan faktor legal dan etika, untuk kemudian diterima masyarakat dunia," kata Kris dalam keterangannya.


Dia menuturkan ada dua hal yang berperan membangun konstruksi berpikir pada perang generasi keempat, yakni jaringan multimedia global dan jaringan finansial global. Kris pun mengutip Bung Karno, yakni mengingatkan Indonesia untuk memetakan kepentingan nasionalnya secara tepat.

Kris juga mengutip disertasi Kepala Dinas Psikologi Angkatan Darat pada 1956 yakni Prof. Soemantri Hardjoprakoso guna menetralisir pengaruh jaringan multimedia dan jaringan finansial global.

Di antaranya adalah dengan pentingnya mengendalikan perbuatan manusia melalui jiwa dan pikiran berdasarkan keyakinan kepada Tuhan.

Wawasan Nusantara

Di sisi lain, Gubernur Lemhanas Agus Widjojo menuturkan Indonesia memiliki wawasan nusantara yang merupakan cara pandang dan sikap bangsa Indonesia terhadap persoalan geopolitik.

"Geopolitik dan geostrategi Indonesia sangat diperlukan untuk menyamakan persepsi dari pelbagai komponen bangsa di seluruh lapisan masyarakat untuk mencapai cita-cita nasional," kata dia dalam keterangan resmi.

Gagasan Kris Wijoyo Soepandji sebelumnya telah disampaikan dalam peluncuran buku berjudul Ilmu Negara: Perspektif Geopolitik Masa Kini di President Lounge-Jababeka, Menara Batavia, Jakarta Pusat pada Desember lalu. (asa)