Agus menuturkan, data yang dihasilkan Laboratorium Pengukuran Ketahanan Nasional Lemhanas menunjukkan Indonesia belum mampu menyelesaikan proses transisi demokrasi.
Perbedaan yang muncul di tengah masyarakat masih kerap diselesaikan melalui cara yang tidak demokratis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kuda Troya Sentimen SARA di Pilkada Jakarta |
"Ketahanan nasional hanya dapat dicapai melalui sinergi. Saya juga berharap media massa dapat berperan menjadi guru bangsa yang mencerahkan publik," katanya.
"Kita harus semantiasa sadar dan waspada dengan isu ini untuk mewujudkan keharmonisan di masyarakat," tuturnya.
Merujuk penelitian Badan Pusat Statistik, indeks demokrasi Indonesia tahun 2015 juga menurun dibandingkan 2014, dari 73,04 persen menjadi 72,82 persen. Tahun lalu, menurut BPS, kebebasan sipil dan peran lembaga demokrasi di Indonesia turun.