Lemhanas: Toleransi Masyarakat Indonesia Menurun

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Rabu, 23/11/2016 12:15 WIB
Lemhanas: Toleransi Masyarakat Indonesia Menurun Lemhanas menyebut Indonesia belum mampu melewati transisi demokrasi. Perbedaan pandangan politik kerap diselesaikan melalui cara yang tidak demokratis. (CNN Indonesia/Denny Aprianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Agus Widjojo menyebut nilai toleransi antarmasyarakat Indonesia menurun. Akibatnya, isu berlatar suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) menjadi ancaman ketahanan nasional.

Agus menuturkan, data yang dihasilkan Laboratorium Pengukuran Ketahanan Nasional Lemhanas menunjukkan Indonesia belum mampu menyelesaikan proses transisi demokrasi.

Perbedaan yang muncul di tengah masyarakat masih kerap diselesaikan melalui cara yang tidak demokratis.


"Terutama menyelesaikan perbedaan politik. Kenyataannya, saat ini masih ada yang menyelesaikan perbedaan politik dengan cara nondemokrasi, bahkan ada unsur paksaan," ujar Agus di Jakarta, Rabu (23/11).
Agus mengatakan, setiap negara memiliki jangka waktu berbeda untuk melewati masa transisi demokrasi. Ia menyebut Pancasila merupakan modal Indonesia untuk mencapai tahap demokrasi.

"Ketahanan nasional hanya dapat dicapai melalui sinergi. Saya juga berharap media massa dapat berperan menjadi guru bangsa yang mencerahkan publik," katanya.

Agus mengimbau masyarakat untuk mewaspadai isu SARA yang dapat memecah persatuan. Menurutnya isu itu muncul dalam beberapa waktu terakhir.

"Kita harus semantiasa sadar dan waspada dengan isu ini untuk mewujudkan keharmonisan di masyarakat," tuturnya.

Merujuk penelitian Badan Pusat Statistik, indeks demokrasi Indonesia tahun 2015 juga menurun dibandingkan 2014, dari 73,04 persen menjadi 72,82 persen. Tahun lalu, menurut BPS, kebebasan sipil dan peran lembaga demokrasi di Indonesia turun.
(abm/gil)


BACA JUGA