Menurutnya, langkah yang membuat rencana penyelenggaraan acara tersebut batal menunjukkan ketidakbenaran sedang terjadi di Indonesia saat ini.
"Maka itu, ini sudah tidak benar. Ini negara sudah tidak benar," ucap Ismail kepada CNNIndonesia.com, Minggu (27/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ismail pun mempertanyakan sikap sejumlah pihak yang mempersoalkan acara tersebut di tengah bulan Ramadan seperti saat ini.
"Itu kegiatan pribadi, dia mau bikin acara dakwah. Katanya boleh dakwah tidak boleh dirintangi, kemudian digitukan bagaimana," ujar dia.
Lebih jauh, Ismail meminta kepolisian bisa bersikap lebih adil. Menurutnya, polisi tidak boleh tunduk pada tekanan kelompok-kelompok yang tidak jelas.
Bila sikap seperti yang terjadi di Bandung saat ini dibiarkan, kata Ismail, maka berpotensi merambat menjadi hal yang tidak keruan.
"Bersikaplah adil. Kegiatan dakwah dilindungi. Tidak boleh polisi tunduk pada tekanan kelompok tidak jelas itu," tuturnya.
[Gambas:Twitter]
Deputi Chief Executive Officers Sinergi Foundation, Asep Irawan, selaku pengelola gedung telah mendapat informasi pembatalan tersebut dari panitia acara pada Sabtu, sekira 19.59 WIB.
Kajian berdurasi enam jam itu digelar oleh Mercusuar dan Islamkaffah. Hadir sebagai pembicara adalah Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Barat, Luthfi Afandi.
CNNIndonesia.com masih berusaha meminta penjelasan Luthfi tentang alasan pembatalan acara tersebut.
Kepolisian Resor Kota Bandung pun telah mengimbau panitia membatalkan kegiatan tersebut.
"Belum dapat izin," ujar Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Komisaris Santhi kepada CNNIndonesia.com. "Tadi diimbau tidak dilaksanakan." (gil)