Video dakwah Rizieq Shihab itu kemudian beredar di media sosial dan pesan berantai WhatsApp yang juga diterima CNNIndonesia.com, Senin (28/5). Dalam video berdurasi 13.04 menit itu, Rizieq juga mengaku ditawari Rp1 triliun pasca aksi 212. Namun, Rizieq menolak tawaran tersebut.
"Supaya bapak ibu tahu pasca 212 saya ditawarkan Rp1 triliun buat bangun pesantren bangun pertanian di gunung sana di sana saya punya tanah 50 hektar saya punya pesantren, perkebunan. Mereka janjikan Rp1 triliun syaratnya satu aksi bela Islam enggak dilanjutkan," kata Rizieq dalam video tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Arab Saudi, Rizieq kerap bertemu dengan jamaah umrah dan tokoh politik seperti calon Gubernur Jawa Barat Sudrajat, Politikus Gerindra Andre Rosiade, dan Politikus PDIP Erwin Moeslimin.
Rizieq mengaku mempunyai firasat akan dikriminalisasi setelah menolak tawaran tersebut. Firasatnya, kata dia, jadi nyata setelah dua kali menolak tawaran itu muncul berbagai tuduhan yang dilayangkan kepadanya.
"Mulai dari tuduhan Pancasila, soal sampurasun, soal Tuhan beranak bidannya siapa, soal jenderal berotak hansip, soal nyerobot tanah, soal adanya lambang palu arit di dalam uang, dan seterusnya, sampai fitnah chat mesum," terang dia.
Rizieq berulang kali memimpin Aksi Bela Islam berjilid pada tahun 2016 hingga 2017. Aksi Bela Islam merupakan aksi untuk merespons dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta ketika itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Klaim Rizieq itu dibenarkan oleh Dewan Penasihat Presidiun Alumni (PA) Eggi Sudjana.
"Infonya ada yang mau sogok Rp1 triliun supaya berhenti berdakwah, hanya saya tidak tahu siapa oknumnya. Dari habib langsung saya tahunya, dia enggak kasih tahu siapa oknumnya," kata Eggi saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Menurut Eggi, video tersebut merupakan video yang sudah lama beredar. Paling tidak, kata Eggi, video tersebut dibuat sekitar Juli tahun lalu, di Mekkah, Arab Saudi.
Eggi membenarkan orang yang tengah berdakwah dalam video tersebut adalah Rizieq Shihab.
Ia bilang video itu dibuat saat sejumlah jamaah umrah menyambangi Rizieq dan meminta informasi kepadanya.
"Penjelasan saja kan banyak yang datang ke dia itu yang umrah-umrah itu yang umrah-umrah pada mau ketemu dia. Info saja sifatnya," terang dia.
Sementara itu, pengacara Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro belum dapat memberikan konfirmasi terkait video tersebut.
"Saya tanya dulu Habib Rizieq," katanya kepada CNNIndonesia.com