"Saya pikir kalau kita tidak tepat waktu, nanti bisa terjadi bentrok antardua kelompok anak bangsa ini dan ini bisa mengantarkan kepada pertumpahan darah," kata Rizieq dalam sebuah video berdurasi 13.04 menit, yang didapat oleh CNNIndonesia.com, Senin (28/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizieq juga menyatakan kepergiannya ke Arab Saudi merupakan salah satu risiko yang harus ditempuh atas nama perjuangan Islam. Ia mengklaim selama dia berada di Indonesia rentetan ancaman dan teror berada di sekelilingnya dan umatnya.
Selain itu, kepergiannya ke luar negeri juga sebagai upaya agar umat dijauhkan dari fitnah. Sebelum pergi Rizieq tengah menghadapi beberapa kasus seperti kasus percakapan mesum, penodaan agama dan penghinaan terhadap Pancasila yang sudah dihentikan kasusnya.
Jika ia tunduk dan memenuhi panggilan kepolisian kemudian ditahan di Mako Brimob, dia tidak akan bisa menjawab tudingan-tudingan dan pernyataan-pernyataan yang dilayangkan pemerintah.
Anggota Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212 Eggi Sudjana membenarkan video Rizieq tersebut. Menurutnya, video tersebut merupakan video lama.
Ia memperkirakan video tersebut dibuat sekitar Juli 2017, di Mekkah, Arab Saudi, saat sejumlah jamaah umrah menyambangi Rizieq dan meminta informasi kepadanya.
"Iya benar habib cerita begitu, masa habib bohong," kata Eggi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (28/5). (arh/sur)