"Sabar-sabar, yang kebelet memimpin, berkuasa, sabar-sabar sedikit. Belanda masih jauh," kata Ngabalin di Gedung Bina Graha, Rabu (30/5).
Ngabalin menegaskan PA 212 bukan partai atau wadah politik, melainkan sebuah wadah mengumpulkan semangat serta roh perjuangan dari seluruh Indonesia ke Jakarta saat aksi dua tahun lalu.
Hal ini disampaikan sebab PA 212 mulai memunculkan nama untuk diusung sebagai calon presiden. Di antara nama-nama tersebut ada nama Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin mengatakan tidak boleh organisasi itu dipakai untuk kepentingan politik, kepentingan sesaat, kepentingan birahi, kekuasaan politik siapa pun, termasuk kepada Ketua Dewan Pembina Pak Amien Rais," ujarnya.
Ia menyatakan Jokowi merupakan Presiden yang sah dipilih rakyat dan tetap bakal memimpin sampai 2019. Sehingga, sebagai simbol negara Jokowi harus dihormati.
Oleh sebab itu, ia mengimbau semua pihak terutama yang saat ini berada di luar pemerintah dapat berlaku atau mengkritik pemerintah dengan bijak.
Kepada Amien Rais, Ngabalin berharap ia bisa menjaga tutur katanya dengan baik. Apalagi dengan status tokoh dan guru bangsa yang disematkan sejumlah pihak. Amien juga diharapkannya bisa menempatkan etika dan moral dalam berpolitik sebagai pendidikan untuk generasi muda. (sur)