Tiga Orang Meninggal Saat Ikuti Zikir Tarekat Naqsabandiyah

Oscar Ferry & Ihsan Dalimunthe, CNN Indonesia | Kamis, 31/05/2018 10:23 WIB
Tiga Orang Meninggal Saat Ikuti Zikir Tarekat Naqsabandiyah Peserta zikir Tarekat Naqsabandiyah di Aceh. (Anadolu Agency/Khalis Surry)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga orang meninggal dunia saat mengikuti suluk atau zikir Tarekat Naqsabandiyah di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Jumlah peserta yang meninggal ini dilaporkan bertambah dua dari sebelumnya satu orang.

Petugas medis dari Dinas Kesehatan Rejang Lebong yang bertugas di klinik perguruan Tarekat Naqsabandiyah di Desa Suka Datang, Asri mengatakan peserta suluk yang meninggal dunia di RSUD Curup tersebut adalah Umar Farruk (30) asal Way Kanan Lampung, dan Sumarno (56) yang berasal dari Belitang, OKU Timur, Sumatera Selatan.

"Kedua jamaah tersebut sebelumnya sempat dirujuk ke RSUD Curup karena sakit dan membutuhkan penanganan yang serius akibat penyakit gula darah dan lambung. Jenazah sudah diantar ke pihak panitia daerah masing-masing," katanya seperti dilaporkan Antara, Kamis (31/5).



Sebelumnya peserta suluk Tarekat Naqsabandiyah yang meninggal dunia pada pelaksanaan suluk gelombang pertama ini adalah Katinem (53), warga Desa Sungai Belida, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Wakil Ketua Umum Tarekat Naqsabandiyah Rejang Lebong, M Eddy Rusman ditemui di perguruan Tarekat Naqsabandiyah di Desa Suka Datang, Kecamatan Curup Utara, Selasa, mengatakan, dari 486 peserta suluk gelombang pertama, mendiang Katimen meninggal dunia pada Senin (28/5) siang sekitar pukul 12.25 WIB atas nama Katinem (53).

Selain adanya korban meninggal dunia yang mengikuti kegiatan zikir selama 10 hari 10 malam dalam setiap bulan Ramadhan ini juga lima orang lainnya dikembalikan ke daerah asalnya karena sakit, dan ada juga yang meminta dipulangkan karena tidak sanggup mengikutinya.

"Berdasarkan hasil diagnosa dari petugas medis RSUD Curup diketahui korban meninggal dunia karena mengidap penyakit gula darah dan hypertensi," ujarnya.


Katinem, kata dia, awalnya masih sehat, cuma mengeluh sesak napas dan kemudian berobat di klinik yang ada di peguruan Tarekat Naqsabandiyah, namun kemudian dirujuk ke RSUD Curup dan setengah jam dirawat meninggal dunia. Jenazah sudah dikembalikan ke daeranya.

Sementara itu untuk lima orang lainnya yang dipulangkan oleh panitia suluk, tambah dia, karena menderita sakit atau tidak sanggup mengikuti kegiatan ini antara lain Sri Indah warga asal Way Kanan, Provinsi Lampung. Dedi Irawan, warga Kota Lubuklinggau, Sumsel.

Pelaksanaan suluk atau zikir bersama yang dilaksanakan oleh pengajian tassawuf Tarekat Naqsabandiyah Rejang Lebong tahap pertama ini dilakukan selama 10 hari Ramadhan atau pada 19-29 Mei 2018 dengan peserta sebanyak 486 orang yang berasal dari berbagai daerah di Tanah Air. (DAL)