Dia menilai seharusnya oknum kader PDIP di Bogor itu tidak ikut berlaku sama seperti yang dilakukan orang-orang brutal lainnya.
"Itu tindakan tidak benar. Jangan berlaku sama dengan orang-orang brutal yang suka menyerang," kata Mahfud di Gedung Pancasila, Jakarta, Jumat (1/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahfud menegaskan semua pihak dan orang dapat menempuh jalur yang disediakan Dewan Pers jika tidak menyukai atau menyetujui suatu pemberitaan.
"Siapapun yang mau menegakkan kebenaran, layani dengan logika. Orang nyerang dengan kata, balas dengan argumentatif. Jangan dengan fisik," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.
Mereka juga disebut datang beramai-ramai mengendarai sepeda motor dan membawa pengeras suara.
Massa kemudian diajak berdiskusi di ruang rapat redaksi dan pihak PDIP sempat menggebrak meja dan memaki-maki.
Sementara itu, PDIP membantah terjadi pemukulan di Kantor Radar Bogor. Anggota DPR dari fraksi PDIP Masinton Pasaribu mengatakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP tidak pernah menginstruksikan anggota partai melakukan kekerasan. (osc/wis)