"Saya tidak yakin karena kampus-kampus kita ini kan kampus-kampus modern. Dan mahasiswa-mahasiswa kita menurut saya mahasiswa-mahasiswa yang cerdas tidak mungkin, lah, mereka ikut," kata Fadli di Gedung DPR, Senin (4/6), menanggapi peristiwa penangkapan terduga teroris di Universitas Riau, akhir pekan lalu.
"Apalagi sampai kegiatan pembuatan bom atau semacamnya, saya tidak yakin. Dari dulu saya tidak percaya. Masa di dalam kampus ya apalagi ini kampus negeri lebih punya pengamanan dan sebagainya," kata Fadli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena ini di kampus, gitu lho. Jadi coba dicek yang benar apakah ini satu kejadian yang memang aktual dan memang ada di kampus, atau mereka hanya ketempatan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab," kata Fadli.
"Jadi semaksimal mungkin saya kira harus dihindarilah upaya-upayanya untuk memasuki kampus dengan membawa senapan, karena itu akan merugikan kita sendiri, merugikan dunia akademik kita merugikan pemerintah sendiri karena kesannya bahkan sudah masuk ke tingkat kampus-kampus seperti itu," kata Fadli.
Senada dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo, Fadli juga tidak meyakini pengakuan terduga teroris yang berencana meledakkan bom di Gedung DPR, Jakarta.