Keduanya adalah MSS (18) dan APP (17). Mereka adalah dua dari keseluruhan lima orang yang diamankan kepolisian pascainsiden itu. Sementara, tiga orang lainnya yang diamankan kepolisian masih berstatus sebagai saksi.
"Pelaku penyiraman berinisial MSS dan satu orang lainnya adalah APP, pengendara motor yang membonceng MSS," kata Tony di Polres Jakarta Timur, Senin (4/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kejadian ini, kata Tony, dua orang menjadi korban atas tindakan pelaku yakni Daniel Ksatria dan Muhammad Fiyu. Daniel mengalami luka pada wajah sedangkan Fiyu mengalami luka pada tangan kiri.
"Supaya umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa itu betul-betul bisa pelaksanaan ibadah puasa dengan khusuk tanpa ada gangguan," kata dia.
Kegiatan Sahur on the Road (SOTR) yang dilaksanakan selama bulan Ramadan kali ini berujung pada tindak kriminal di sejumlah wilayah DKI Jakarta. Salah satunya di Jakarta Timur. Dua orang warga menjadi sasaran penyiraman air keras oleh pelaku SOTR.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana mengatakan awalnya Daniel menegur sekelompok orang yang sedang berkumpul di pinggir jalan untuk melakukan SOTR. Ketika ditegur, salah satu orang dari kelompok itu menyiram air keras kepada Daniel.
"Menyiram cairan dari botol plastik air mineral yang berisi diduga air keras ke arah korban," katanya.
Selain itu, aksi vandalisme oleh sekelompok orang yang melakukan SOTR juga terjadi di lintas bawah atau underpass Kuningan-Mampang.
Dalam video yang menyebar di media sosial, terdapat segerombol pemuda yang mengendarai kendaraan roda dua berhenti di salah satu tembok underpass kemudian mencoret-coret tembok tersebut. (arh/sur)