"Satu orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, inisial Z. Dan dua [orang] lagi masih diperiksa sebagai saksi," ujar Kabid Humas Polda Riau, Ajun Komisaris Besar Sunarto Senin (4/6).
Sebelumnya, tiga orang ditangkap dalam operasi Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri, di kampus Unri, Riau, Minggu (4/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sunarto menambahkan, RB dan K saat ini masih berstatus saksi dan dikenakan penahanan.
Ia menjelaskan bahwa MNZ berperan sebagai perakit BOM yang dirakit di ruangan sekretariat kemahasiswaan FISIP Unri. Sebanyak empat buah bom aktif jenis triacetone triperoxide (TATP) atau "Mother Of Satan" pun diamankan. Bom jenis ini disebut punya daya ledak sama dengan bom di Surabaya.
Terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Muhammad Iqbal mengatakan pihaknya bakal mengulik aliran dana yang didapat eks mahasiswa Unri tersebut untuk merakit bom.
"Pasti, kita telusuri [aliran dana]. Tim itu pasti bercabang dan ada sub tim termasuk tim yang akan melakukan penyelidikan scientific identification di bidang anggaran," kata dia, di Mabes Polri Jakarta, Senin (4/6).
Terlebih, Iqbal menyebut ada dugaan keterkaitan antara MNZ dengan penyerang di Mapolda Riau.
Kemudian Iqbal menuturkan polisi masih mendalami jaringan-jaringan MNZ. Sejauh ini keterangan yang didapat polisi dari MNZ adalah terkait pemilihan tempat perakitan bom.
"Dari keterangan awal dari tersangka MNZ ini [kampus] adalah safety place bagi mereka, ini tempat yang aman bagi mereka," ujar Iqbal. (bay/arh)