Sandi mengaku jajarannya keteteran mengurusi OK OCE karena peminat program kewirausahaan ini telah mencapai 37.569 orang.
Data itu tercatat di situs resmi Pergerakan OK OCE (PGO), okoce.me per hari ini, Jumat (8/6). OK OCE ditargetkan mendapatkan 40 ribu orang pendaftar di 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dihubungi terpisah, Ketua Pergerakan OK OCE (PGO) Faransyah Jaya menyebut penambahan SDM ini akan dilakukan pada 2019 setelah APBD 2019 disahkan.
Beberapa di antaranya Dinas Perindustrian dan Energi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Sementara saat ini sudah ada empat orang pendamping OK OCE di setiap kecamatan. Total ada 176 orang di 44 kecamatan di Jakarta, kata Faransyah. Mereka bekerja di bawah naungan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan.
"Di kecamatan kan sudah ada empat, nanti akan ditambah setiap kelurahan dua orang, 267 kelurahan jadi 534 orang," kata Faransyah saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (8/6).
Jumlah pendamping OK OCE ditambah. (ANTARA FOTO/Reno Esnir) |
Dengan penambahan ini, artinya akan ada 742 orang pendamping OK OCE. Nantinya, lanjut Faransyah, para pendamping OK OCE ini akan akan mendapat gaji mencapai Rp5,4 juta.
"Masuk APBD 2019. Sekarang mereka dapat UMR [upah minimum regional], nanti bisa 1,3 sampai 1,5 kali UMR. Masih kami kaji," imbuh dia.
Berarti Pemprov DKI Jakarta akan menggelontorkan Rp2,7 miliar per bulan atau Rp32,6 miliar per tahun untuk menggaji pendamping OK OCE di 2019.
Sandi berdalih penambahan ini akan mementingkan kualitas ketimbang kuantitas. Karenanya nanti para pendamping akan diberi pelatihan dan standardisasi langsung oleh PGO.
"Pendampingnya memang harus punya kemampuan khusus mentoring, dan kemampuan khusus untuk membimbing para pengusaha yang sudah mengikuti pelatihan," ucap Sandi. (dal/sur)
Jumlah pendamping OK OCE ditambah. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)