Terkait masalah urbanisasi, Sandiaga mengatakan setiap tahunnya Jakarta kedatangan sekitar 200-250 ribu orang. Ia juga meyakini jika urbanisasi tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi di sejumlah wilayah maju lainnya.
Untuk menurunkan angka urbanisasi, ia melanjutkan, diperlukan pemerataan ekonomi. Salah satu solusinya adalah dengan membuka lapangan pekerjaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Stasiun Gambir Mulai Dipadati Pemudik |
Sandiaga juga ingin supaya pemudik dapat menjadi duta besar ekonomi di daerahnya masing-masing.
"Tugas-tugas dari para pemudik ini sebagai duta besar, duta besar ekonomi untuk daerahnya masing-masing, mereka bawa rezeki di Jakarta, berinvestasi di daerah sehingga lapangan kerja juga tumbuh di daerah," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (9/6).
Sandiaga mencontohkan untuk pemudik yang ke Jawa Tengah dapat berinvestasi cabe, bawang merah, dan bahan pangan lainnya. Hal itu mengingat Jawa Tengah merupakan penyuplai bahan pangan.
Contoh lainnya, ia melanjutkan, warga Jawa Timur sebagai penyuplai telur dan daerah lainnya yang menjadi daerah penyuplai beras.
Dengan pemudik yang mau berinvestasi di daerah asalnya dan membuka lapangan pekerjaan, Sandiaga yakin dapat mengurangi angka urbanisasi di Jakarta.
"Kalau ekonomi daerahnya tumbuh, level urbanisasinya juga akan berkurang. Itu yang kami harapkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan ke depan," tuturnya.