"Saya mendorong komisi I menggerakkan BIN untuk menyebar ke kampus apakah informasi itu benar atau hanya isapan jempol," kata Bamsoet di kawasan Jakarta Selatan, Senin (11/6).
Bambang mengatakan pihaknya bakal mengkaji lagi data yang diberikan pemeritnah terkait mahasiswa yang terpapar radikalisme. DPR, kata Banbang, akan mendorong komisi III untuk melakukan pendalaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Radikalisme di Kampus dan NKK/BKK Gaya Baru |
Dalam keterangannya, Bambang juga meminta kepada organisasi ekstra kampus agar bisa menjaga persatuan dan kesatuan. Dia meminta semua pihak waspada atas paham radikal ini.
Komitmen Rektor
Rektor Terpilih Universitas Brawijaya Nuhfil Hanani lagsung mengonfirmasi mahasiswanya ketika mendengar kampus itu terpapar radikalisme. Nuhfil juga mengaku sudah menginterogasi organisasi ekstra yang bersinggungan dengan mahasiswa.
"Insya Allah tidak ada yang sifatnya radikal. Masjid-masjid Insya Allah tidak ada. Memang dulu ada HTI, tapi sekarang sementara minggir dulu," ujar Nuhfil.
Nuhfil menyatakan bakal menyaring benar mahasiswa baru yang masuk ke kampus Unibraw. Buku-buku yang masuk dan menjadi pegangan mahasiswa pun akan benar-benar disaring.
"Itu mahasiswa baru yang dicegat, difasilitasi segala macamnya. Tapi ada juga organisasi halaqah yang bawa mahasiswa baru yang carikan kosan macam-macam. Itu buku jadi sangat penting disaring," ungkap dia.
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria meminta bantuan kepada organisasi masyarakat agar turut serta menekan angka kemungkinan radikalisme. Ia berharap oenyebaran ajaran ini bisa ditekan sebelum memasuki ranah kampus.
"Saya berharap ormas NU Muhammadiyah turun gunung sejak SMP, SMA dan mahasiswa. Karena itu sudah mulai sejak SMA mulai digarap. Maka ini tidak bisa menyelesaikan kampus saja selesai," tutup dia.
BNPT membeberkan setidaknya ada tujuh kampus PTN yang terpapar radikalisme. Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) disebut BNPT sudah disusupi paham radikal.