Basarnas: Ada 192 Laporan Korban Sinar Bangun di Danau Toba

Dhio Faiz, CNN Indonesia | Rabu, 20/06/2018 18:08 WIB
Basarnas: Ada 192 Laporan Korban Sinar Bangun di Danau Toba Basarnas menerima 192 laporan korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyebut saat ini sudah ada 192 orang yang dilaporkan hilang terkait dengan tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara.


Kepala Basarnas Muhammad Syaugi menyebut jumlah korban ini berdasarkan laporan masyarakat ke posko Basarnas di sekitar lokasi kejadian.

"Berdasarkan laporan masyarakat yang mengaku keluarganya hilang di kapal itu sampai siang 192 orang," kata Syaugi di Gedung Kemenhub, Jakarta, Rabu (20/6).


Meski begitu, katanya, belum tentu jumlah korban dari insiden ini mencapai angka laporan tersebut. Pasalnya KM Sinar Bangun hanya kapal kecil berkapasitas 45 orang.

Namun Basarnas tetap melakukan pencarian korban, baik di permukaan maupun di dalam air. Sebanyak tujuh puluh personel dikerahkan dalam pencarian ini.

"Sampai saat ini korban yang sudah ditemukan ada 21 orang, baru saja ada tambahan jam 14.20 WIB satu orang korban meninggal dunia, wanita," lanjut dia.

Artinya hingga kini Basarnas telah menemukan 22 orang korban. Sebanyak delapan belas di antaranya selamat dan telah dikembalikan ke rumah masing-masing. Sementara empat orang lainnya meninggal dunia.

Syaugi menyebut Basarnas akan terus melakukan pencarian selama tujuh hari setelah kejadian. Ia membuka kemungkinan untuk memperpanjang waktu pencarian jika diperlukan.

"Pencarian ini akan kita lakukan tujuh hari, all out pagi, siang, sore. Kalau belum semua ditemukan, kita tambah tiga hari jadi sepuluh hari. Baru nanti lihat kemungkinan masih akan kita lakukan pencarian lagi," lanjut dia.

KM Sinar Bangun dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba pada Senin (18/6). Kapal ini berangkat dari Dermaga Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Hingga kini belum ada informasi pasti dari Pemerintah terkait penyebab kejadian dan jumlah penumpang kapal. Data manifes dan surat izin berlayar (SIB) kapal belum ditemukan sehingga menyulitkan proses investigasi. (sur)