SBY mengatakan kemenangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat yang diusung Demokrat dan Golkar itu akan menang tanpa kecurangan.
"Sudah pasti (yakin menang), saya datang hari ini, saya berkampanye hari ini. Demokrat juga berikhtiar selama empat, lima bulan ini, pasti harapannya menang. Menang tanpa curang," kata SBY dalam jumpa pers di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY hari ini ikut dalam kampanye terakhir pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Lapangan Indraprasta, Bogor. Ia didampingi istrinya Ani Yudhoyono, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono, Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Panjaitan, dan pengurus Demokrat lainnya.
SBY juga menyebut ada oknum aparat yang tidak netral dalam pilkada 2018. (Antara/Yulius Satria Wijaya) |
Presiden ke-6 RI itu percaya pasangan, yang dikenal dengan sebutan Demiz-Demul itu akan mampu memimpin Jawa Barat selama lima tahun ke depan. Menurut SBY, Demiz-Demul berkomitmen bakal melanjutkan keberhasilan pemimpin sebelumnya dan memperbaiki apa yang belum baik dalam periode lalu.
"Karena itu hakekat kesinambungan dalam pemerintahan dan pembangunan," ujarnya.
Jangan Silau dengan Iming-iming
SBY pun mengingatkan agar rakyat yang akan menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara pada Rabu 27 Juni mendatang berpegang pada hati nurani, termasuk dalam Pilgub Jabar. Ia meminta rakyat memilih pasangan yang mampu memimpin dan diyakini sebagai pemimpin yang baik.
"Artinya menggunakan hati nurani mereka, jangan mau dipaksa atau di bawah tekanan untuk memilih yang tidak disukai," kata dia.
"Karena ternyata bukan itu yang terbaik untuk memimpin Jawa Barat dalam hal ini, ataupun provinsi, kabupaten dan kota-kota yang lain di seluruh Indonesia," ujarnya.
Untuk itu, presiden dua periode itu mengajak semua pihak mewujudkan Pilkada serentak 2018 yang aman, damai, dan demokratis. Pesta demokrasi lima tahunan, kata SBY jangan dicederai dengan kecurangan dan ketidaknetralan oknum BIN, Polri, serta TNI.
"Kami ingin, rakyat ingin, temen-temen wartawan, rangkaian Pilkada ini berlangsung secara damai dan demokratis, demokratis artinya jujur dan adil," kata dia.
SBY juga menyebut ada oknum aparat yang tidak netral dalam pilkada 2018. (Antara/Yulius Satria Wijaya)