Prabowo beberapa kali menyebut istilah inlander dalam pidatonya. Inlander dalam kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai sebutan ejekan bagi penduduk asli di Indonesia oleh orang Belanda pada masa penjajahan Belanda. Inlander juga diartikan sebagai pribumi.
"Perjuangan Bung Karno untuk menegakkan kehormatan bangsa kita, bangsa kita dulu dituduh bangsa yang bodoh, inlander, itu suatu sebutan yang menghina," kata Prabowo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu kemudian bercerita ketika dia membawa prajuritnya berenang pada tahun 1978 di Manggarai, Jakarta Selatan.
"Saya iseng, saya korek dinding yang berlumut. Saya lihat kok ada prasasti yang dipahat, saya bersihkan di situ ada bahasan belanda, verboden voor honden en inlander," katanya.
Tulisan tersebut merupakan larangan bagi Anjing dan penduduk pribumi untuk masuk ke suatu lokasi.
"Ternyata benar cerita kakek saya, bapak saya, benar. Banyak tempat yang verboden bagi inlander dari dulu. Dulu anjing di atas inlander. Kita yang punya negara enggak boleh masuk," katanya.
Lihat juga:Saat Anies Diantar JK Menggunakan Mobil RI-2 |
"Jadi anak-anak mahasiswa, itulah dulu bagaimana kita itu, ya, dijajah, dihina, Menghilangkan apa-apa, karena budaya kita jelek, pakaian kita jelek, pakai sarung hina, pakai kopiah hina. Semua yang berurusan dengan kita itu jelek rendah," katanya.
Prabowo berharap pemimpin di masa depan bisa memperbaiki kondisi bangsa.
"Saya sarankan, Insyaallah kalau nanti, siapa tahu 2019, entah pak Rizal Ramli atau saya, saya titip harus berani kita memperbaiki. Pemimpin-pemimpin kita berhak kembali di tengah rakyat sendiri," katanya.