Satu Anak Kecil Korban Kapal Tenggelam Sebatik Masih Dicari

Ihsan Dalimunthe, CNN Indonesia | Sabtu, 30/06/2018 16:46 WIB
Satu Anak Kecil Korban Kapal Tenggelam Sebatik Masih Dicari Ilustrasi Kapal. (Reuters/Alan Kristofer Motus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penumpang korban kapal speedboat tenggelam akibat tabrakan yang hilang di perairan perbatasan Indonesia dengan Malaysia di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara masih dalam pencarian.

Kepala seksi (Kasi) Operasi Kantor SAR Kaltim-Kaltara Octavianto mengatakan sejauh ini korban kapal yang berhasil ditemukan adalah 20 orang. Dari 20 orang tersebut, 13 selamat dengan menderita luka-luka, 5 meninggal dunia dan 2 masih hilang.

"Sisanya masih ada dua yang hilang. Pertama Sebastian usia 6 tahun dan motoris atas nama Solom," kata Octavianto saat diwawancara CNNIndonesia TV, Sabtu (30/6).



Dia menambahkan dari 5 korban yang meninggal dunia, empat di antaranya sudah teridentifikasi dan akan diumumkan dalam waktu dekat. Beberapa korban, imbuh Octanianto sedang dirawat intensif di RSUD Nunukan dan Puskesmas Sei Nyamuk.

Lebih lanjut, Octavianto mengakui jika kapal tersebut tidak memiliki manifest, sehingga jumlah pasti korban masih belum bisa dipastikan. Namun, dia menduga korban masih akan terus bertambah.

"Karena masih ada keluarga yang mengaku belum kembali dari kejadian tersebut. Korban bisa jadi bertambah," katanya.


Octavianto pun merinci kejadian lokasi tabrakan yang terjadi di sekitar perairan perbatasan Indonesia dengan Malaysia, tepatnya di perairan Sei Nyamuk Pulau Sebatik sekira pukul 19.00 WITA atau setelah Maghrib.

Informasi yang didapatkan dari korban selamat, kapal yang mereka tumpangi hancur dan tenggelam karena menabrak sebuah kapal yang berukuran besar yang juga berjenis speedboat.

Kapal jenis speedboat dengan panjang 10 meter dengan mesin 200 pk itu menurut perkiraan tim satgas marinir Sebatik sedang mengarah ke Tawau Negeri Sabah, Malaysia. Sejauh ini tim gabungan masih terkendala cuaca dan belum bisa melanjutkan pencarian.

"Tadi pagi arus kencang, tim gabungan masih nunggu aor pasang tinggi dan aman untuk penyelaman," ungkapnya.


Sempat beredar kabar jika kapal tersebut mengangkut sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal. Namun Octavianus mengaku pihaknya belum bisa mememastikan kabar tersebut karena masih diselidiki.

"Itu masih diselidiki pihak kepolisian. Kita fokus korban dulu," pungkasnya. (DAL/asa)