Anies Merasa Pekerjaannya sebagai Mendikbud telah Tuntas

Mesha Mediani , CNN Indonesia | Sabtu, 30/06/2018 21:25 WIB
Anies Merasa Pekerjaannya sebagai Mendikbud telah Tuntas Mendikbud Muhadjir Effendy dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat mencanangkan implementasi revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). (Foto: CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencanangkan implementasi revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bertempat di SMK Negeri 26 Jakarta, Sabtu (30/6). Revitalisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016.

Dalam sambutannya, Gubernur Anies Baswedan mengucap syukur lantaran merasa pekerjaannya selama menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) telah tuntas.

Pernyataan itu disampaikan Anies di hadapan Mendikbud Muhadjir Effendy yang juga hadir pada acara tersebut.



"Pak Menteri, buat saya pribadi, saya rasanya menyaksikan tuntas karena Inpres 9/2016. Usulannya saya yang tanda tangan waktu itu, bulan Februari 2015," kata Anies.

Anies --yang dicopot dari jabatannya sebagai Mendikbud oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Juli 2016-- mengungkit usahanya saat masih menjadi pembantu presiden itu dalam mengembangkan SMK, bersama Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad.

"Waktu itu kita kerja siang dan malam sama Pak Hamid. Dan Insya Allah ini jadi tanda pahala untuk seseorang yang hari ini tidak bisa ikut hadir, Bapak Mustagfirin Direktur SMK yang beliau sekarang sudah ada penerusnya," kata Anies.

Muhadjir pun mengamini sambutan Anies.

"Betul Pak Gubernur tadi. Jadi inpres itu sebetulnya sudah digodok ketika beliau masih menjabat sebagai menteri dan kemudian saya tinggal melanjutkan saja akhir 2016, dan itu baru bisa dieksekusi awal tahun 2017," kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu.


Muhadjir menyatakan program revitalisasi SMK di Jakarta antara lain menata kompetensi keahlian pada SMK dengan membuka kompetensi keahlian baru demi memenuhi kebutuhan lapangan kerja.

Ia menuturkan daya tampung Peserta Didik Baru pada SMK Negeri juga akan ditingkatkan secara signifikan, dari 22 persen (dari populasi peserta didik SMK keseluruhan) menjadi 45 persen pada tahun 2022. Hal itu akan diusahakan melalui upaya pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMK sebanyak 42 sekolah.

Muhadjir pun mewanti-wanti Anies agar menerapkan revitalisasi SMK di ibu kota dengan baik.


"Ini dulu kan juga merupakan tugas dari Pak Gubernur. Saya kan tinggal melanjutkan saja karena itu kalau DKI ini tidak bisa menjadi contoh, nanti tanggung jawabnya Pak Gubernur," kata Muhadjir. 

"Karena beliau harus memberikan contoh yang betul-betul apa yang menjadi komitmen beliau sewaktu menjadi Mendikbud. Begitu Pak Gubernur ya?" (agr)