Demokrat Jadikan Suara Pilkada Modal Poros Ketiga Pilpres

Gloria Safira Taylor | CNN Indonesia
Sabtu, 30 Jun 2018 20:20 WIB
Demokrat mengklaim meraih suara yang cukup baik di pilkada. Pembentukan poros ketiga diserahkan kembali kepada parpol yang menginginkannya. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin. (ANTARA/Reno Esnir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsudin mengklaim pihaknya mendapatkan suara yang cukup baik dalam pilkada serentak 2018 kali ini. Perolehan suara tersebut diyakini dapat menjadi modal untuk pemilihan presiden 2019, termasuk poros ketiga.

Didi menyebut hingga Jumat (29/6) malam Demokrat mencapai perolehan suara sebesar 53 hingga 55 persen baik dari provinsi maupun kabupaten di seluruh Indonesia yang melakukan pilkada serentak. Kemenangan itu juga tidak lepas dari partai yang berkoalisi dengan Demokrat.

Didi menilai perolehan suara tersebut berhasil mematahkan survei-survei yang sebelumnya menyebut kedudukan Demokrat kurang baik. Hal tersebut juga tidak lepas dari kerja keras Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono.



"Pilkada kali ini memberikan optimisme dan harapan menuju pilpres dan pileg serentak 2019. Alhamdulillah memperoleh suara yang baik yang menjadi modal 2019," ujarnya di acara diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6).

Saat ditanya kemungkinan poros ketiga, Didi pun tak menampiknya. Dia menilai masyarakat masih menginginkan calon alternatif lainnya.

Perolehan suara saat pilkada tersebut pun, kata Didi, dapat menjadi modal untuk membentuk poros ketiga tersebut. Dia pun menilai hingga kini segala kemungkinan masih dapat terjadi.

"Tinggal kami serahkan kepada parpol atau pihak yang menginginkan adanya poros ketiga selama komunikasi itu masih terus terjalin kita lihat saja," tuturnya.


Meski demikian, Didi mengatakan pihaknya pun memiliki pertimbangan dalam membangun koalisi seperti visi misi dan program yang dapat dilakukan. Dia juga mengklaim semua kerja sama yang terjalin itu nantinya untuk kepentingan rakyat.

"Kalau kita berkoalisi tentunya apa yang bisa kita dapatkan poinnya take and give itu memberikan kesejahteraan bagi rakyat, tidak hanya sekedar membicarakan kekuasaan saja," ucapnya. (pmg/pmg)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER