Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.
"Dua kali erupsi kecil Gunung Agung menyambut pagi ini 3/7/2018," tulis Sutopo dalam akun twitternya, Selasa (3/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erupsi Gunung Agung di Bali, Senin (2/7) malam. (Anadolu Agency/Mahendra Moonstar) |
Dari data di seismograf, erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi erupsi kurang lebih 3 menit 38 detik. Kolom abu terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat.
Lihat juga:Lava Gunung Agung Bakar Hutan Dekat Kawah |
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau kepada kepada masyarakat maupun pendaki untuk tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya, yaitu di seluruh area pada radius 4 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung.
Zona perkiraan bahaya tersebut sifatnya dinamis dan terus dievaluasi sehingga dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Agung.
Selain pagi ini, tadi malam, Gunung Agung juga erupsi dengan tipe strombolian sekitar pukul 22.04 WITA. Erupsi tersebut melontarkan lava pijar dengan jarak lontaran mencapai 2.000 meter yang membuat hutan terbakar.
[Gambas:Video CNN] (osc/sur)
Erupsi Gunung Agung di Bali, Senin (2/7) malam. (Anadolu Agency/Mahendra Moonstar)