Kritik tersebut disampaikan dalam rapat paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi DPRD DKI tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2017.
Fraksi PDIP DPRD DKI mengatakan tingginya Silpa tersebut tidak bisa dibanggakan. Pihaknya meminta agar Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno untuk bisa menggunakan anggaran secara lebih efektif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angka ini bukan angka yang kecil dan menunjukkan adanya kegagalan penyerapan anggaran," kata Ketua Fraksi Nasdem Bestari Barus.
Begitu juga Anggota fraksi PKS Muhammad Subki yang mempertanyakan perihal rendahnya serapan anggaran tahun 2017.
Padahal, kata Subki penyerapan anggaran memjadi salah satu target yang perlu dicapai oleh pemerintahan yang baru.
"Peningkatan realisasi pendapatan seharusnya juga diikuti dengan peningkatan kinerja dan penyerapan anggaran secara bertahap untuk memenuhi janji-janji kerja yang susah disampaikan," tutur Subki.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan Silpa tahun 2017 Pemprov mencapai Rp13,16 triliun.
"Diperoleh sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2017 sebesar Rp13,16 triliun," kata Anies, Senin (2/7). (osc/sur)