Ia menyebut tak ada niatan untuk menjadi cawapres usai mundur dari Hanura. Menurut dia isu tersebut hanya spekulasi semata.
"Itu spekulasi saja. Spekulasi yang saya juga sudah baca beberapa tulisan yang seolah-olah saya mundur itu karena ingin ada niat yang lain," ujarnya saat ditemui di acara diskusi publik P8: 'Netralitas Aparat dalam Pilkada dan Pemilu', di Hotel Borobudur, Jakarta pada Kamis (5/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, terkait isu yang berkembang akhir-akhir ini, Moeldoko juga mengaku tak mendapat tawaran dari siapapun untuk menjadi cawapres.
Sementara soal proses pengunduran diri dari Hanura disebutnya telah berjalan. Moeldoko sudah mengomunikasikan niatannya tersebut beberapa waktu lalu secara lisan pada Ketua Dewan Pembina Hanura, Wiranto dan Ketua Umum Hanura Oesman Sapto Odang alias OSO.
Lihat juga:OSO Persilakan Moeldoko Mundur dari Hanura |
Di Hanura, Moeldoko menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina. Moeldoko menyatakan selaku Wakil Ketua Dewan Pembina dirinya tak memiliki banyak pengaruh.
Di sisi lain, Wiranto sudah mempersilakan Moeldoko angkat kaki dari Hanura. Sedangkan OSO juga mempersilakan Moeldoko untuk mundur dari partainya. OSO mendukung pilihan Moeldoko yang ingin fokus pada Pilpres dan Pileg 2019, bukan sebagai petinggi partai, namun selaku KSP. (osc/sur)