Demokrat Pastikan Sanksi TGB Dukung Jokowi

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Senin, 09/07/2018 12:48 WIB
Demokrat Pastikan Sanksi TGB Dukung Jokowi Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan (tengah) mengatakan ada sanksi untuk TGB Zainul Majdi yang mendukung Jokowi di pilpres 2019. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menegaskan akan ada sanksi bagi setiap kader yang melenceng dari kebijakan partai. Pernyataan tersebut terkait dukungan Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi kepada Presiden Joko Widodo untuk maju pilpres 2019.

"Sanksi pasti ada karena itu akan dibahas oleh dewan kehormatan," ujar Syarief ketika ditemui di Gedung DPR RI, Senin (9/7).

Meski manuver TGB akan dibahas di jajaran Dewan Kehormatan Demokrat, Syarief merasa hal itu bukan sesuatu yang besar bagi partai. Ia mengklaim belum ada agenda khusus mengenainya.



"Belum menjadi prioritas dibahas karena menurut kami itu efeknya tidak terlalu besar," lanjut Syarief.
Demokrat Pastikan Sanksi TGB Dukung JokowiTGB Zainul Majdi mendukung dua periode Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Rabu pekan lalu, TGB yang merupakan kader Partai Demokrat menyatakan dukungannya terhadap Jokowi agar menjadi calon presiden melanjutkan kepemimpinan dua periode.

TGB menyatakan keputusannya mendukung Jokowi melalui pertimbangan yang berkaitan dengan kemaslahatan bangsa, umat dan akal sehat.

Dalam riwayat politik TGB, pria yang masih aktif menjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu merupakan ketua tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada pilpres 2014.


Ia berhasil membantu Prabowo-Hatta menang telak di NTB dengan perolehan suara 1,84 juta atau sekitar 72,45 persen. Suara itu jauh meninggalkan perolehan suara Jokowi-JK yang hanya meraih 27,54 persen.

Kendati demikian Syarief mengatakan manuver TGB sebagai sesuatu yang biasa dalam politik. Ia pun rela apabila Jokowi meminang TGB sebagai cawapres.

Namun Syarief menyatakan partainya belum tentu mendukung TGB apabila dipilih sebagai cawapres Jokowi pada pilpres 2019. "Kita lihat saja nanti." (pmg)