Sohibul menyebut, untuk menghadapi Jokowi, perlu ada tiga hingga empat pasangan calon yang muncul di putaran pertama. Sohibul menyebut jika melawan Jokowi hanya dengan formula satu paslon, maka banyak pihak yang tidak tertampung aspirasinya.
"Maka saya usulkan ada dua poros, supaya nanti muncul empat orang (dua pasangan calon dari oposisi)," kata Sohibul ditemui di DPP PKS, Jakarta Selatan, Senin (9/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi nanti ada dua putaran, seperti di DKI tahun lalu," kata Sohibul.
Lihat juga:Gerindra Tutup Opsi Usung Anies Jadi Capres |
"Hitungannya putaran pertama itu buat menghilangkan kepenasaran lah, yang merasa wajar jadi capres terus tak terpilih jadi sudah terpenuhi di putaran pertama," kata dia.
Baru kemudian, lanjut Sohibul, koalisi oposisi ini akan bersatu melawan koalisi Jokowi di putaran kedua.
"Nanti saling dukung di putaran kedua, itu formula yang sudah saya sampaikan," katanya.
"Sudah disampaikan ke Pak Syarif, kan sebenarnya Demokrat sebelum bertemu Gerindra itu lebih dulu ketemu kami (PKS)," katanya. (osc/sur)