Antisipasi Menang Pilpres, PKS Punya Skenario Bagi Kekuasaan
CTR | CNN Indonesia
Kamis, 05 Jul 2018 18:54 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 masih akan berlangsung tahun depan. Namun, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah memiliki visi untuk membagi-bagikan kekuasaan.
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan pihaknya menunjuk Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno untuk mengatur pembagian tersebut.
"Saya jumpa Sandi, bro, ambil inisiatif lah, bro. Ada 4 sampai 5 partai tempatkan sekarang yang mulai mendekat Gerindra-PKS. PAN dan PBB mau masuk," kata Mardani di Kompleks Parlemen, Kamis (5/7).
"Ayo gimana power sharing-nya. Usul saya, jumlah kementerian potong, karena ini sangat tidak efisien. Misalnya 34 kementerian nah angka 25-26 cukup," terang Mardani.
Kemudian, Mardani juga mengusulkan ke Sandi agar menetapkan 50 persen jatah profesional dan 50 persen jatah parpol. Sisanya, Mardani menawarkan agar jatah parpol dibagi dalam jatah yang fair.
"Ada jatah 13-14 kementerian, ambil. Monggo dibagi dan fair. Dan umumkan dari PKS usulnya ini menterinya, Gerindra ini, PAN ini, PKB ini," beber Mardani.
Selain itu, jika ada partai yang mencalonkan wakil presiden (cawapres), maka jatah akan berkurang. Ini akan bertambah dan berkurang sesuai kesepakatan.
Dia mencontohkan seandainya PKS mengambil jatah cawapres, hanya akan mendapat tiga pos menteri. Sementara jumlah pos menteri untuk PAN akan bertambah. Kata Mardani, Sandi telah setuju dengan usulnya tersebut.
Selain itu, Mardani juga sudah menggambarkan kementerian yang akan dibentuk. Jika ada 10 kementerian, maka kementerian itu ialah Kementerian Keuangan, Kemendagri, Kemenlu, Pertahanan.
"Nanti ada pendidikan, ada hukum dan HAM bisa kesehatan juga. Kementerian grade A semua," kata dia.
Obral Pasangan
Mardani secara pribadi menyatakan halal jika partai mengobral calon di awal. Dia menyebutkan sejumlah nama yang bisa saja dipasangkan dengan Anies.
"Jadi Anies-AHY atau Anies-Aher kalau pendapat pribadi saya, figur yang luar biasa. Ini bisa menjadi the shocking figur politik today karena keduanya muda, siap membangun Indonesia," terang dia.
Ada juga opsi Prabowo yang dipasangkan dengan Anies, atau Prabowo duet dengan Aher. Opsi terakhir ini dipandang sebagai salah satu opsi yang cukup kuat.
"Jadi kalau positioning-nya. Saya punya pendapat pribadi, semuanya monggo dijual ke publik. Nanti akan ada kata penentunya," tutup dia. (wis/gil)
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan pihaknya menunjuk Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno untuk mengatur pembagian tersebut.
"Saya jumpa Sandi, bro, ambil inisiatif lah, bro. Ada 4 sampai 5 partai tempatkan sekarang yang mulai mendekat Gerindra-PKS. PAN dan PBB mau masuk," kata Mardani di Kompleks Parlemen, Kamis (5/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, jika ada partai yang mencalonkan wakil presiden (cawapres), maka jatah akan berkurang. Ini akan bertambah dan berkurang sesuai kesepakatan.
Dia mencontohkan seandainya PKS mengambil jatah cawapres, hanya akan mendapat tiga pos menteri. Sementara jumlah pos menteri untuk PAN akan bertambah. Kata Mardani, Sandi telah setuju dengan usulnya tersebut.
"Nanti ada pendidikan, ada hukum dan HAM bisa kesehatan juga. Kementerian grade A semua," kata dia.
Obral Pasangan
Mardani secara pribadi menyatakan halal jika partai mengobral calon di awal. Dia menyebutkan sejumlah nama yang bisa saja dipasangkan dengan Anies.
Ada juga opsi Prabowo yang dipasangkan dengan Anies, atau Prabowo duet dengan Aher. Opsi terakhir ini dipandang sebagai salah satu opsi yang cukup kuat.
"Jadi kalau positioning-nya. Saya punya pendapat pribadi, semuanya monggo dijual ke publik. Nanti akan ada kata penentunya," tutup dia. (wis/gil)