"Bukan enggak boleh, tapi khawatir kenapa-kenapa. Saya, kan, penyeberangan, kebetulan saya kapten," kata Hawasi, salah satu pemilik kapal di pelabuhan penyeberangan Grenyang, Selasa (10/7).
Kebocoran pipa gas milik PT CNOOC itu, yang berada di kedalaman 20 meter di perairan Bojonegara, terjadi pada Senin (9/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyebab masih dalam penyelidikan, kita juga memeriksa kapal dan kapten kapal yang dilokasi terdekat. Baru satu, KM Lumoso Raya," kata Kombespol Nunung Syaefudin, Ditpolair Polda Banten, kemarin.
"Saya sudah melintas ke arah gas, sebelah selatan, lagi kenceng-kencengnya, itu. Lagi aktif, lagi nyemburin ke atas," ujar dia.
Nelayan lainnya, Nawawi, harus berpindah tempat mencari ikan ke lokasi yang jauh dari titik lokasi bekas semburan gas.
"Agak geser ke sebelah selatan. Agak jauh amat dari lokasi semburan gas," kata Nawawi, ditempat yang sama.
"Eggak ada lagi semburan gas. Kemarin iya, (semburan gas) sekitar empat jam," jelasnya.
(yan/wis)