"Tak usah menjadikan ini sebagai semacam battle field, hidup atau mati, masalah pertentangan penyebutan antara mukmin dan kafir. Karena, kan, most pobably semua calon yang akan maju, kan, muslim," kata TGB saat ditemui di Kantor ICMI, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).
Dia pun meminta agar simpatisan pasangan calon di Pilpres 2019 memanggil para pesaingnya dengan gelar yang buruk, termasuk sebutan 'kelompok mukmin' dan 'kelompok yang kafir".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:TGB Siap Hadapi Risiko Politik Dukung Jokowi |
Sebelumnya, TGB juga mengajak semua pihak tidak menjadikan ayat-ayat bernuansa perang yang terkandung dalam Alquran sebagai dalih untuk meraih kekuasaan di Pilpres 2019.
Selain itu, ia meminta agar masyarakat maupun para pendukung calon presiden tak menggunakan sentimen primordial atau penggunaan isu suku, agama dan antargolongan (SARA) untuk kepentingan politik.
Menurut TGB, persatuan dan persaudaraan harus diutamakan ketimbang hanya mementingkan kepentingan politik sesaat yang tiap lima tahun sekali pasti akan bergulir.
"Dan itu ajakan untuk menghadirkan wacana pilpres yang lebih sehat, lah, tak usah didominasi sentimen primordial. Lebih kepada tarung gagasan," ujarnya.