Demokrat: Pertemuan SBY-Prabowo akan Penuh Kejutan

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Senin, 16/07/2018 18:21 WIB
Demokrat: Pertemuan SBY-Prabowo akan Penuh Kejutan Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto akan mempertajam opsi-opsi politik guna mempertegas peta koalisi jelang Pilpres 2019.(CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menyebut pertemuan antara ketua umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bakal penuh kejutan.

Rencana pertemuan kedua elite partai politik tersebut bakal berlangsung di kediaman SBY di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/7) lusa.

"Tanggal 18 [Juli] kami siapkan pertemuan antara SBY dan Prabowo, akan penuh kejutan," kata Hinca di Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Senin (16/7).


Hinca mengatakan pertemuan antara SBY dengan Prabowo merupakan tindak lanjut dari pertemuan keduanya yang berlangsung di kediaman SBY di Cikeas, Jawa Barat, tahun lalu.


Pertemuan itu, kata Hinca, bertujuan untuk mempertajam opsi-opsi politik Partai Demokrat dalam memilih ketiga opsi yang telah ditetapkan SBY di Pilpres 2019 mendatang.

SBY telah memilih tiga opsi sebagai pilihan Demokrat di Pilpres 2019 mendatang. Pilihan itu diantaranya bakal bergabung bersama koalisi Presiden Joko Widodo, bergabung dengan Prabowo Subianto, ataupun mengusung pasangan calon diluar kedua kandidat itu.

"Pertemuan dengan Prabowo itu terakhir sekali. Masih ingat pertemuan diplomasi nasi goreng di Cikeas? Setelah itu enggak pernah ketemu lagi. Hari ini pertemuan berikutnya, sedangkan pertemuan dengan Jokowi sudah berkali-kali," lanjut dia.
Demokrat: Pertemuan SBY-Prabowo akan Penuh KejutanSekjen Demokrat Hinca Panjaitan menyatakan bakal ada kejutan di pertemuan SBY-Prabowo. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)

Memperjelas peta politik

Ketua DPR sekaligus politikus Partai Golkar, Bambang Soesatyo mendukung langkah Partai Demokrat jika berniat merapat dan berkoalisi ke poros Prabowo di Pilpres 2019 mendatang.

Ia menyarankan kedua partai tersebut sesegera mungkin mengumumkan nama capres dan cawapres seusai kedua elite tersebut bertemu dan bersepakat.

"Segera mereka berkoalisi dan mengumumkan capres cawapresnya supaya peta politik semakin jelas," ujarnya.


Meski demikian, ia mengaku masih berharap Demokrat dapat merapat ke poros koalisi parpol pengusung Jokowi.

Dukungan koalisi parpol yang besar dianggap bakal mempermudah langkah Jokowi memenangkan kontestasi Pilpres tahun depan.

"Ya Golkar berharap semua dukungan sebanyak2nya untuk Jokowi, dengan [dukungan] Demokrat bisa lebih tinggi lagi, harapannya sebanyak2nya, makin banyak makin bagus," pungkasnya.


(gil)