Puan dan Yasonna diketahui sempat menjadi anggota fraksi PDI Perjuangan di parlemen sebelum ditunjuk Jokowi menjadi menteri.
"Yang dari eksekutif itu ada Ibu Puan, ada Pak [Yasonna] Laoly yang jadi caleg," kata Andreas di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (17/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andreas menegaskan hanya dua menteri saja yang didaftarkan parpolnya ke KPU sebagai calon anggota DPR. Puan dan Yasonna mendapat mandat langsung dari PDIP.
"Ya diminta oleh parpol, untuk mohon izin sama presiden untuk jadi caleg," ucap Andreas.
Pramono Anung sempat menjabat sebagai Wakil Ketua DPR fraksi PDIP di periode sebelumnya. Dia kemudian dipercaya Jokowi menjabat sebagai Sekretaris Kabinet menggantikan Andi Widjajanto pada 2015 lalu.
"Nah ini kan mereka bantu Pak Presiden sehingga Pak Presiden bilang perlu harus tetap standby di eksekutif ya ada juga. Misal, Mas Pramono Anung enggak nyaleg," ucap Andreas.
Dukungan akar rumput
Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Eriko Sotarduga menyatakan harapannya pada para kader yang kini menjabat sebagai menteri kabinet kerja pemerintahan Joko Widodo untuk ikut dalam pemilihan calon legislatif 2019. Dia menganggap Puan punya kontribusi menyumbang banyak suara di daerah pemilihannya.
"Kami berharap begitu karena suara beliau (Puan) besar sekali di dapil Solo. Kalau nggak salah hampir 400 ribu," ujar Eriko di Gedung DPR RI.
"Memang sewajarnya kalau menteri itu berkampanye, kan tidak masalah, tidak menganggu aktivitas asalkan beliau cuti. Tidak harus mundur karena aturannya seperti itu," kata dia.
Lihat juga:Puan Pertimbangkan Maju Pileg 2019 |
"Kita pada para menteri kita untuk tidak sampai pekerjaannya sendiri menjadi terganggu karena itu pekerjaan utama, beliau kan membantu Pak Presiden Jokowi. Mereka adalah anggota kabinet dan harus menjadikan itu sebagai prioritas utama," tuturnya. (osc/gil)