Geliat Cak Imin Sebar Posko JOIN Jadi Perhatian Jokowi

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Jumat, 20/07/2018 18:13 WIB
Geliat Cak Imin Sebar Posko JOIN Jadi Perhatian Jokowi Presiden petahana RI Joko Widodo diklaim kuat akan kembali bertarung dalam Pilpres pada 2019. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Joko Widodo menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) karena selama ini telah membantunya di dalam kerja politik. Menurutnya, kerja Cak Imin sering tidak terlihat publik, namun bisa dirasakan olehnya.

Sebagai contoh, Jokowi kemudian berkelakar mengenai pendirian posko Jokowi-Muhaimin (JOIN) untuk Pilpres 2019 yang dikomandani relawan PKB.

Hal tersebut diutarakan presiden petahan RI tersebut di hadapan peserta Musyawarah Nasional VI Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). PMII sendiri merupakan afiliasi dari organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU).


"Saya sebagai Presiden berterima kasih ke alumni PMII. Tadi ada Bapak Muhaimin telah membantu saya, kelihatan atau tidak kelihatan. Terutama dalam mendirikan posko-posko JOIN (Jokowi-Muhaimin)," ujar Jokowi di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat (20/7).


Selain menyampaikan terima kasih kepada Muhaimin, Jokowi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada alumni PMII lain yang kini duduk di pemerintahan.

Dia pun menyebut Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri serta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Hanif, nilai Jokowi, mampu berkomunikasi dengan serikat pekerja. Selain itu, Imam disebutnya telah bekerja keras untuk menyukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia.

"Tampaknya [Imam] enam bulan ini tidak tidur mempersiapkan Asian Games 2018," kata Jokowi.

Jokowi Berterimakasih Muhaimin Bantu Kerja PolitikJumpa pers Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta usai menjamu Ketua Umum PBB Muhaimin Iskandar pada 25 Juli 2015. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Ikatan Alumni PMII Akhmad Muqowam menyampaikan aspirasi bahwa Jokowi bisa memilih kader NU sebagai pendampingnya di Pilpres tahun depan.

Akhmad mengatakan itu karena selama ini Jokowi dianggap selalu memberikan perhatian lebih kepada kaum nahdliyin (sebutan untuk orang NU) dalam bentuk pemberdayaan pesantren dan menginisasi Hari Santri Nasional.

"Berkenaan dengan tersebut (Pilpres) tentu isunya adalah wakil presiden. Kami warga besar NU memiliki nama Maruf Amin, ada Said Aqil Siradj, ada nama Muhaimin Iskandar, ada lagi Gus Romahurmuziy," kata Muqowam.

Terkait kandidat cawapres bagi Jokowi, beberapa waktu lalu Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan sang petahana telah mengantongi 10 nama untuk mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019. Beberapa di antaranya adalah Ma'ruf Amin, Mahfud MD, Airlangga Hartarto, dan Moeldoko.

(kid)