Menurutnya, PDIP saat ini hanya fokus agar para caleg yang diusungnya, termasuk para artis, lolos ke Senayan. Hal-hal lain di luar itu dikesampingkan.
"Yang penting sekarang semua berjuang untuk meraih suara ke parlemen. Yang lain dinomorduakan dulu," ujar Hendrawan kepada CNNIndonesia.com, Jumat (20/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan belum apa-apa sudah membayangkan yang tidak-tidak," ujarnya.
Ia menilai pemberian izin bagi anggota dewan berlatar artis tetap eksis di dunia hiburan dalam rangka menjaga kreativitas dan profesionalitas.
"Mereka yang masuk di Senayan yang sebelumnya punya basic atau profesi yang beragam tentu saja tidak boleh hilang begitu saja. Harus dipelihara," ujar Effendy kepada CNNIndonesia.com, Jumat (20/7).
Effendy mengatakan profesi artis berbeda dengan profesi yang lain, misalnya komisaris sebuah perusahaan negara. Komisaris, kata dia, wajib mundur dari karirnya jika hendak menjadi anggota dewan sebab digaji oleh uang negara.
"Profesi-profesi yang bersifat swasta atau hasil kreasi atau tidak memperolah gaji dari negara, kayak misalnya artis atau budayawan ya harus tetap dijaga. Yang penting tidak menggangu tugas parlemen," ujarnya.
Meski mengizinkan artis calegnya tetap eksis di dunia hiburan, Effedy mengklaim NasDem sudah membuat pakta integritas dengan seluruh bacaleg.
Dengan pakta integritas itu, ia meyakini bacaleg artis yang disung oleh NasDem bakal bekerja dengan optimal untuk kepentingan rakyat jika terpilih sebagai anggota dewan.
Sebelumnya, KPU resmi menutup pendaftaran bakal caleg di Pileg 2019 pada 17 Juli 2018. Sejumlah parpol diketahui mendaftarkan sejumlah artis untuk menjadi anggota DPR.
NasDem tercatat mencalonkan 25 artis sebagai bakal caleg DPR. Kemudian disusul oleh PDIP sebanyak 9 artis, dan PKB dengan 7 artis. Sementara Demokrat, Berkarya, dan Golkar sebayak 4 artis.
Untuk Gerindra, PAN, dan Perindo sebanyak 3 artis. Sementara PSI sebagai parpol baru hanya mengusung 1 artis. (osc/gil)