"Tidak ada poros ketiga, karena sekarang partai yang sudah mendukung Jokowi itu ada enam partai dan presentasi 65 persen kursi di DPR sehingga hampir dipastikan tidak ada poros ketiga," kata dia saat ditemui dalam Workshop Nasional Partai Golkar di Hotel Redtop, Jakarta, Jumat (20/7).
Pria yang juga menjabat Menteri Perindustrian tersebut juga mengatakan Golkar tetap berkomitmen mendukung Jokowi dua periode tanpa syarat. Bahkan, apabila nantinya Airlangga tak jadi dijadikan pendamping Jokowi di Pilpres 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal cawapres, Airlangga menyerahkan keputusan tersebut pada Jokowi.
Angka 62,16 persen itu merupakan hasil penjumlahan perolehan suara Pemilu 2014 milik partai-partai pendukung Jokowi pada Pilpres 2019. Mereka antara lain, PDIP (18,95 persen), Golkar (14,75 persen), PKB (9,04 persen), PPP (6,53 persen), NasDem (6,72 persen), Hanura (5,26 persen), serta PKPI (0,91 persen).
Pertemuan Jokowi dan Para Ketum Partai Koalisi
Airlangga pun membenarkan Jokowi telah bertemu dengan para ketum partai pengusung satu persatu untuk membahas cawapres. Pertemuan itu juga membahas isu isu bilateral.
"Jadi, basicly isu-isunya sudah dibahas secara bilateral dan Pak Presiden sudah memanggil satu persatu," ujarnya.
Sebelumnya, poros ketiga diramal bakal terbentuk apabila partai pengusung tak terima ketika gagal dipinang Jokowi sebagai cawapres.
Para Ketum partai koalisi yang disebutkan bersaing untuk menjadi cawapres selain Airlangga adalah Ketum PPP Romahurrmuziy dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.